KOLABORASI MAHKAMAH AGUNG DAN MITRA STRATEGIS: LANGKAH EMAS PERENCANAAN KEUANGAN UNTUK MASA DEPAN YANG SEJAHTERA
JAKARTA – Mahkamah Agung Republik Indonesia menyambut baik inisiatif PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) dalam menyelenggarakan kegiatan edukasi dan sosialisasi bertajuk “Langkah Emas: Perencanaan Keuangan untuk Masa Depan yang Sejahtera” bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Mahkamah Agung dan Badan Peradilan di Bawahnya. Kegiatan yang berlangsung di Tower Mahkamah Agung RI, lantai 2, Jakarta Pusat ini dilaksanakan pada Kamis, 29 Oktober 2026 secara hibrida (hybrid), dengan melibatkan aparatur peradilan yang hadir secara langsung maupun daring. Kegiatan ini didukung sepenuhnya oleh BSI sebagai bagian dari upaya meningkatkan literasi keuangan aparatur, khususnya dalam pengelolaan keuangan pribadi dan persiapan menghadapi masa purnatugas.
Acara diawali dengan registrasi peserta, pembukaan oleh pembawa acara, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Mahkamah Agung, serta pembacaan doa. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk yang disampaikan oleh Direktur Sales & Distribution, Anton Sukarna.

Sambutan oleh Direktur Sales & Distribution BSI, Kamis (29/10/2026).
Selanjutnya, Kepala Badan Urusan Administrasi Mahkamah Agung RI, H. Sahwan, S.H., M.H., menyampaikan sambutan yang menegaskan pentingnya sinergi dalam mendukung kesejahteraan aparatur, termasuk melalui peningkatan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan dan persiapan masa pensiun. Pada kesempatan tersebut, juga dilaksanakan penyerahan plakat dari BSI kepada Mahkamah Agung RI dan foto bersama.
Dalam sambutannya, H. Sahwan menekankan bahwa tingkat kesejahteraan tidak hanya diukur dari besarnya penghasilan, melainkan dari bagaimana penghasilan tersebut dikelola secara bijaksana. Guna memberikan pemahaman yang komprehensif, Mahkamah Agung menggandeng tiga mitra strategis utama, yaitu Badan Kepegawaian Negara (BKN), PT Taspen (Persero), dan Bank Syariah Indonesia (BSI).

Sambutan oleh Kepala Badan Urusan Adminstrasi, Kamis (29/10/2026).
KESIAPAN MENGHADAPI FASE PURNABAKTI
Direktur Status dan Pemberhentian ASN BKN Nanang Subandi, S.Kom., M.MSI ikut hadir secara daring memaparkan pentingnya persiapan psikologis, kesehatan, hingga manajemen keuangan menjelang pensiun. Berdasarkan SIASN BKN per Oktober 2026, jumlah total ASN di Indonesia tercatat mencapai 6.728.736 orang, di mana 55% di antaranya didominasi oleh generasi milenial (Gen Y). Perencanaan yang matang sejak dini dinilai sangat krusial mengingat data tren menunjukkan bahwa ratusan ribu ASN akan memasuki masa pensiun setiap tahunnya. Berdasarkan regulasi Peraturan BKN No. 2 Tahun 2019, PNS yang akan pensiun dapat mengajukan Masa Persiapan Pensiun (MPP) paling lama satu tahun sebelum Batas Usia Pensiun (BUP) untuk mempersiapkan diri.

Pemaparan materi secara daring oleh Direktorat Status dan Pmberhentian ASN BKN, Kamis (29/10/2026).
OPTIMALISASI PERLINDUNGAN DAN KESEJANTERAAN HARI TUA
Sebagai pengelola jaminan sosial ASN, PT Taspen (Persero) mensosialisasikan empat program perlindungan utama, yaitu Tabungan Hari Tua (THT), Pensiun, Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), dan Jaminan Kematian (JKM). Per September 2026, Taspen melayani total 9.141.536 peserta, yang terdiri dari 5,8 juta peserta aktif dan 3,2 juta penerima pensiun. Taspen kini juga mempermudah pelayanan hak pensiun melalui sistem digital terintegrasi lewat Taspen One Hour Online Services (TOOS) dan otentikasi digital menggunakan passive liveness (selfie).
Pada akhirnya, sosialisasi program dan layanan PT TASPEN (Persero) diharapkan dapat meningkatkan pemahaman peserta mengenai berbagai hak dan manfaat jaminan sosial yang menjadi bagian dari perlindungan ASN.
Pemanfaatan layanan digital, pemahaman terhadap prosedur pengajuan klaim, serta perencanaan keuangan sejak dini merupakan langkah penting untuk memastikan peserta memperoleh manfaat secara optimal.
Dengan demikian, keberadaan PT TASPEN (Persero) tidak hanya berperan dalam memberikan jaminan sosial, tetapi juga mendukung terciptanya kesejahteraan ASN dan keluarganya, baik selama masa pengabdian maupun setelah memasuki masa purnabakti.
SOLUSI FINANSIAL BERKAH DARI PERBANKAN SYARIAH
Menyelaraskan hal tersebut, Razif Ankolfi selaku Wealth Specialist dan Budiawan Hendiyana selaku Team Leader Pension Department dari Bank Syariah Indonesia (BSI) memaparkan materi mengenai "Langkah Emas" pengelolaan keuangan syariah. BSI membagi solusi finansial ke dalam lima tahapan siklus hidup nasabah - mulai dari awal karir, keluarga muda, keluarga mapan, puncak karir, hingga masa pensiun.
BSI menawarkan instrumen investasi jangka panjang yang aman dan likuid, salah satunya adalah produk BSI Emas yang berbasis digital lewat aplikasi BYOND by BSI. Investasi emas dinilai sangat efektif sebagai mitigasi risiko dan pelindung nilai aset dari inflasi, terutama dalam mempersiapkan dana ibadah Haji jangka panjang. Selain itu, BSI menyediakan program BSI Pensiun Berkah sebagai mitra bayar resmi untuk memfasilitasi penyaluran gaji pensiun ASN secara aman dan amanah.
Melalui sinergi berskala nasional ini, diharapkan seluruh aparatur Mahkamah Agung mampu mengambil keputusan finansial yang bijak hari ini, demi mewujudkan masa pensiun yang tetap produktif, sehat, dan sejahtera.

Kegiatan Pembinaan dan diskusi untuk Wujudkan Kesejahteraan Aparatur Melalui Perencanaan Serta Literasi Keuangan Jangka Panjang ASN Untuk Mempersiapkan Kesejahteraan Dalam Masa Persiapan Pensiun Secara Luring dan Daring, Kamis (29/10/2026).
Sebagai penutup kegiatan dilanjutkan dengan Quiz dan Doorprize yang melibatkan seluruh peserta yang hadir secara luring maupun daring dengan hadiah yang menarik sehingga memberikan kesan yang akan selalu diingat manfaatnya.
